Jadi seorang teknisi listrik wajib tau istilah-istilah bahasa saat di lapangan!
1. Drop Volt (Spaneng)
Penurunan tegangan listrik di ujung beban yang jauh dari sumber.
- Bahasa Lapangan: “Duh, tegangannya spaneng nih, pantesan motor nggak mau muter!”
- Faktanya: Terjadi karena kabel terlalu panjang atau penampang kabel terlalu kecil.
2. Flicker (Ngedip)
Fluktuasi tegangan yang sangat cepat sehingga lampu terlihat berkedip.
- Bahasa Lapangan: “Lampu kok flicker terus ya? Kayaknya ada mesin las atau motor gede baru start nih.”
- Efek: Selain bikin pusing mata, ini juga kurang bagus buat perangkat elektronik sensitif.
3. Lagging
Kondisi di mana arus tertinggal di belakang tegangan (biasanya karena beban induktif).
- Bahasa Lapangan: “Faktor daya (Cosphi) turun gara-gara banyak motor, jadi lagging parah.”
- Solusi: Biasanya kita “suntik” pakai Kapasitor Bank supaya efisien lagi.
4. Energizing (Ngokang)
Proses pemberian tegangan pertama kali ke peralatan listrik setelah perbaikan atau pemasangan baru.
- Bahasa Lapangan: “Semua jalur aman? Oke, persiapan energizing dalam 3, 2, 1… Masuk!”
- Vibe: Ini momen paling menegangkan sekaligus memuaskan buat teknisi di lapangan.
5. Unbalance Load
Kondisi di mana beban tiap fasa (R, S, T) tidak merata.
- Bahasa Lapangan: “Cek fasa R, kayaknya keberatan. Netralnya jadi panas gara-gara unbalance.”
- Dampak: Bisa menyebabkan munculnya arus di kawat netral dan pemanasan berlebih pada transformator.
6. Terminasi
Proses penyambungan ujung kabel ke terminal peralatan (panel, motor, atau trafo).
- Bahasa Lapangan: “Lagi rapihin terminasi di panel utama, jangan lupa pakai skun yang pas.”
- Kunci: Terminasi harus kencang dan bersih; kalau kendor, siap-siap ada ngepong (arc flash) atau panas.


Add a Comment